Kisah Sukses

Kisah Sukses

SURABAYA, kabarbisnis.com: Berawal dari hobi menggambar dan utak-atik beragam software desain, Demetrius Angger Putranto sukses merintis bisnis sebagai desainer grafis. Beragam klien pernah dan hingga kini masih dibantu pengelolaan desainnya, mulai dari partai politik sampai perusahaan berskala menengah-besar.

Pemuda kelahiran Malang, Jawa Timur, ini sejatinya adalah lulusan jurusan ekonomi,  namun jalan hidup yang dipilihnya menjadi desainer grafis. "Semuanya bermula dari hobi. Saya pikir asyik jika bekerja sesuai dengan hobi kita," kisah Angger kepada kabarbisnis.com di sela-sela mengerjakan desain kliennya di Surabaya Town Square, Selasa (17/3).

Sejak tahun 2000, Angger bergelut dengan kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto, dan ilustrasi. Angger semula bekerja untuk salah satu perusahaan penerbitan media, namun dia mundur dan memutuskan diri menjadi freelancer di bidang desain grafis.

Meski sempat tebersit rasa ragu untuk menjalani karir sebagai freelancer, Angger maju terus. Tak butuh waktu lama bagi Angger untuk mendapatkan klien pertamanya. Dia membantu desain sebuah perusahaan penerbangan perintis, Star Air.

"Prinsipnya, iya dulu. Dan jalani sampai berhenti di manapun juga, berhenti sukses ya alhamdulillah. Berhenti gagal, gagallah dengan terhormat," tegasnya.

Dia mengatakan, kunci menjadi desainer bukan semata-mata kemampuan teknis di software desain di komputer. Namun, seorang desainer juga harus dibekali oleh wawasan teknologi, sains, seni, sosial dan budaya, serta filsafat dan etika. "Dari ilmu-ilmu itu, karya desain menjadi lebih punya orientasi. Kita juga bisa menangkap dan menerjemahkan keinginan klien. Jika hanya punya skill secara teknis, karya kita akan stagnan," ujarnya.

Kini, setelah sekian lama bergelut sebagai freelancer, portofolio Angger makin menumpuk. Berbagai klien pernah dia tangani, mulai dari partai politik sampai perusahaan-perusahaan. Tercatat sejumlah BUMN, perusahaan swasta, dan instansi pemerintahan menjadi pelanggan rutinnya. Dia juga pernah terlibat dalam membantu konsep dan eksekusi desain sejumlah calon kepala daerah dan anggota legislatif.

Dalam setahun, Angger mengeksekusi ratusan proyek desain, mulai dari media internal (tabloid, majalah, buletin), media komersial, buku, company profile, leaflet, brosur, kemasan produk, desain web, stiker, kaus, laporan tahunan, hingga desain iklan. Portofolio Angger makin besar karena banyak klien puas, sehingga bercerita ke komunitasnya. Dari sana, Angger mendapat banyak pesanan.

"Word of mouth, kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut ini luar biasa. Saya sering dapat telepon dari orang yang sebelumnya tak saya kenal, tapi dapat rekomendasi dari klien saya yang lain. Intinya jangan kecewakan klien," ceritanya.

Tak jarang, Angger kewalahan menerima garapan. Kalau sudah menumpuk di waktu bersamaan, dia bekerja sama dengan rekan lainnya sesama desainer grafis.

"Saat ini, saya mulai menawarkan jasa kreatif menyeluruh, tidak hanya desain grafis, tapi juga meliputi web desain, video, dan fotografi. Meski bukan yang pertama, tapi kami memiliki keyakinan untuk memberikan hasil terbaik bagi klien. Kami percaya bahwa hasil terbaik dan pelayanan prima dapat menciptakan kepuasan," kata Angger setengah berpromosi. kbc5

Dipublikasikan oleh : humas

Artikel Lain PKBPI




Top